Kuliner Kota Semarang

 Bandeng Presto

Bandeng presto merupakan olahan dari ikan bandeng yang dimasak dengan cara presto untuk menghilangkan duri atau melunakkan duri pada ikan tersebut. Presto adalah cara memasak menggunakan tekanan tinggi dari uap air, biasanya dimasak dengan panci presto atau panci yang dapat dikunci rapat agar air tidak meluap. Memasaknya dalam panci dengan cara presto, harus diberi alas daun pisang di bawahnya. Walaupun ditemukan oleh Hanna Budimulya, seorang warga Pati pada 1977 silam, namun bandeng presto mulai menyebar cepat ke Semarang dan Sidoarjo. Karena perkembangan itulah, di Semarang bandeng presto menjadi oleh-oleh khas ibukota Jawa Tengah tersebut.

Nasi Ayam Semarang

17 Makanan Khas Semarang yang Terkenal Enak & Unik Makanan

Nasi ayam khas Semarang adalah makanan dengan isi berupa nasi liwet, telur rebus, dan suwiran ayam yang diberi kuah opor serta tambahan sambal goreng jipan. Nasi ayam ini biasa disajikan dengan tambahan sate telur puyuh, satu usus, dan teh hangat. Nasi liwet menggunakan kuah areh, sedangkan nasi ayam memakai kuah opor kuning.

Asal muasal dari makanan sehat Semarang ini adalah dari tangan penjual nasi ayam keliling bernama Satinem. Dia adalah orang dibalik terciptanya nasi ini dan sering menjajakannya secara berkeliling pada tahun 1960-an. Nama awal dari makanan ini dulunya bukanlah nasi ayam Semarang, melainkan nasi ayam Kampung Koja. Penamaan ini dikarenakan Kampung Koja adalah kampung yang menjadi saksi lahirnya makanan ini. Hingga pada tahun 1992 nasi buatan Satinem semakin dikenal karena telah membuka tempat dagang secara mandiri di Jalan K.H. Ahmad Dahlan yang sampai saat ini masih berjualan. Lambat laun telah banyak kedai dan warung yang ikut-ikutan menjajakan makanan ini di Semarang.

Garang Asem

Garang asem adalah makanan khas Semarang yang enak berisi ayam dengan kuah santan berbumbu belimbing wuluh dan cabai. Uniknya, ayam dan kuah santan dimasak dengan di bungkus baun pisang kemudian di kukus. Untuk menambah kenikmatannya, biasanya garang asem diberi tambahan nasi hangat, tempe goreng, jeroan ayam yang ditusuk seperti sate, dan perkedel. Ayam yang dipakai dalam garang asem adalah ayam kampung karena teksturnya lebih lembut dan empuk dibanding ayam lain. Masakan ini hingga sekarang masih saja mahal untuk dinikmati. Ini dikarenakan pembuatannya yang relatif sulit, bahkan orang bisa gagal dalam membuatnya dan malah hasilnya nanti menjadi opor. Namun soal rasa, jangan ditanyakan lagi, karena kaya akan rempah Indonesia.

Tahu Gimbal

17 Makanan Khas Semarang yang Terkenal Enak & Unik Makanan

Dari namanya saja sudah terlihat bahwa tahu gimbal adalah olahan yang terdapat tahu dan gimbal dalam penyajiannya. Namun lebih dari itu, karena terdapat pula potongan lontong dan kol yang disiram bumbu kacang dan petis dalam satu porsinya. Jika belum kenal apa itu gimbal, maka gimbal adalah olahan udang yang diberi tepung, atau mirip dengan bakwan udang. Untuk menikmati satu porsi tahu gimbal, biasanya akan dinikmati dengan kerupuk udang yang tekenal renyah.

Makanan ini memang agak mirip dengan ketoprak khas Jakarta, namun bedanya adalah tahu gimbal menggunakan bumbu kacang yang disajikan dengan cara disiramkan ke makanan. Selain itu, adanya gimbal dan petis membuatnya agak berbeda. Rasanya yang gurih dan rasa bumbu kacang yang sangat terasa menjadi daya tarik bagi para konsumen.

Soto Bangkong

17 Makanan Khas Semarang yang Terkenal Enak & Unik Makanan

Soto bangkong adalah olahan soto yang terdapat di Rumah makan Jalan Brigjen Katamso Semarang. Nama bangkong sendiri diambil dari tempat pendirian dari soto yang telah ada sejak 1950 ini, yakni Perempatan Bangkong. Pembuatnya saat itu, H. Soleh Soekarno bahkan sebelum itu harus menjualnya dengan cara berkeliling, dan lambat laun Beliau telah membuat kedai di samping pos polisi, yaitu Jl. Brigjen Katamso. Makanan asli Semarang ini kuahnya bening walaupun warnanya agak cokelat dan diberi isian berupa suwiran ayam, irisan tomat, tauge, bihun, serta taburan bawang merah dan putih di atasnya. Kuah dari soto ini bisa digabung dengan nasi maupun dipisahkan dari nasi, terserah sesuai selera. Untuk menambah rasa, bisa juga memesan tambahan seperti sate ayam, perkedel, sate telur puyuh, sate kerang, tahu, dan tempe.

6. Mie Kopyok

Mie kopyok adalah makanan dengan bahan utama mie lalu ditambah dengan tetelan daging dengan tambahan lauk berupa tahu dan kerupuk gendar. Gendar merupakan kerupuk yang terbuat dari adonan nasi dengan rasa renyah nan gurih. Nama mie kopyok bukanlah nama satu-satunya, karena ada nama lain yang melekat pada makanan ini, seperti mie lontong dan mie teng teng. Dalam satu porsi mie kopyok ditambah juga dengan irisan lontong, sehingga disebutlah mie lontong. Pembuatannya hanyalah dengan menyelupkan mie basah dan kecambah ke dalam air mendidih, lalu menaruhnya di piring setelah irisan lontong dan tahu pong dimasukkan. Uniknya lagi, mie ini diberi kuah dengan bumbu putih yang telah diuleg, lalu diberi tambahan irisan bawang goreng dan kecap di atasnya.

Nah itulah tadi beberapa contoh dari makanan tradisional khas Semarang. terimakasih semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar