Nasi Tumpeng

Nasi Tumpeng adalah cara penyajian nasi yang berdibentuk  kerucut ditata bersama dengan lauk-pauknya; karena itu disebut pula ‘nasi tumpeng’. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas dengan adat jawa atauketurunan Jaw dan biasanya dibuat pada saat kajatan atau kenduri dan perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia sudah mengenal kegiatan ini secara umum.Tumpeng biasa disajikan di atas tampah. Secara etimologi dalam masyarakat Jawa, ditemukan bahwa kata ‘tumpeng’ merupakan akronim dari kalimat ‘yen meTu kudu meMPENG‘,”  yang berarti “ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat”.  Mungkin maksudnya adalah manusia ketika terlahir harus menjalani kehidupan di jalan Tuhan dengan semangat, yakin, fokus, tidak mudah putus asa. Juga dalam proses itu semua, percayalah bahwa Tuhan ada bersama kita.Maka tak heran jika nasi tumpeng memiliki bentuk kerucut yang merepresentasi konsep ketuhanan dengan sesuatu yang besar dan tinggi, dan berada di puncak. Selain itu, bentuk yang menjulang ke atas juga menyimbolkan harapan agar tingkat kehidupan manusia semakin ‘tinggi’ alias sejahtera.

tumpengan https://wongndso.food.blog/kuliner-wong-deso/

Nasi kerucut ini ditata di atas tampah yang beralaskan daun pisang. Di sekelilingnya tersaji lauk-pauk berjumlah 7 macam. Angka 7 dalam bahasa Jawa berarti pitu. Angka pitu ini artinyapitulungan (pertolongan). Tak hanya bentuk saja, penyajian nasi tumpeng beserta lauk pelengkapnya juga memiliki filosofi dan makna tertentu. Berikut ini makna dari setiap lauk pauk yang ada dalam setiap hidangan nasi tumpeng.

Tinggalkan komentar