Wingko

Jika mendengar nama wingko maka yang terlintas adalah wingko Babat. Wingko adalah sejenis kue yang terbuat dari kelapa muda, tepung beras ketan dan gula. Wingko adalah makanan khas yang berasal dari babat Kabupaten Lamongan. Kue ini sering dijual di stasiun kereta api, di pinggirjalan ,stasiun bus atau juga di toko-toko kue untuk oleh-oleh keluarga. Wingko biasanya berbentuk bundar biasa disajikan dalam keadaan hangat dan dipotong kecil-kecil. Wingko dapat dijual dalam bentuk bundar yang besar atau juga berupa kue-kue kecil yang dibungkus kertas. Kombinasi gula dan kelapa menjadikan kue ini nikmat. Harga kue ini dapat bervariasi tergantung tempat menjualnya dan merek wingko ini.

Harga dari wingkopun sangat terjangkau tak heran apabila pengendara yang melintasi kota Lamongan akan berhenti sejenak untuk membeli makanan khas kota babat ini.

Apem

Taukah anda tentang makanan khas orang jawa ini. Namanya adalah apem. Istilah apem sebenarnya berasal dari bahasa Arab, afuan/ afuwwun, yang berarti ampunan. Jadi, dalam filosofi Jawa, kue ini merupakan simbol permohonan ampun atas berbagai kesalahan. Namun, karena orang Jawa menyederhanakan bahasa Arab tersebut, maka disebutlah apem. Berkaitan dengan penggunaan makna tersebut, masyarakat Jawa biasanya membuat apem saat menjelang bulan puasa atau Ramadan. Inilah yang disebut tradisi megengan. Megengan berasal dari bahasa Jawa ‘megeng’ yang berarti menahan diri, bisa diartikan sebagai puasa itu sendiri. kue apem dibuat untuk dibawa ke musala, atau masjid. Setelah berdoa bersama, kue apem dibagi kepada para tetangga atau mereka yang kurang beruntung. Sehingga bisa dikatakan, kue ini juga sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa syukur terhadap rezeki yang sudah kita dapatkan.

Pada jaman dahulu apem hanya dibuat saat ada kegiatan kenduri atau acara adat seperti sedekah bumi saja, namun pada masa kini apem telah di jual di berbagai tempat serta memiliki bentuk yang berfariasi.

Jenang

Bagi orang jawa nama jenang pastilah tidak asing lagi. Jenang adalah makanan khas penduduk Jawa yang terbuat dari beras putih dan beras ketan, Jenang kerap hadir sebagai makanan pelengkap di berbagai acara seperti hajatan, pernikahan, selamatan ibu hamil, selamatan bayi yang baru lahir, simbol permohonan bagi orang meninggal dan masih banyak lagi berbagai acara adat maupun keagamaan. Segala macam acara tersebut tidak pernah lepas dari kehadiran dari yang namanya jenang. Jenang sudah ada sejak masa hindu-buda di indonesia .Jenang bukan sekedar makanan khas yang digemari oleh penduduk Jawa. Lebih dari itu, jenang ternyata memiliki filosofis dan simbol-simbol yang diyakini oleh orang Jawa. Selain sebagai rasa syukur kepada-Nya, jenang juga dijadikan simbol doa, persatuan, harapan, dan semangat masyarakat Jawa. Jenis-jenis simbol antar jenang satu dengan lainnya berbeda-beda mengingat ada beberapa jenis jenang yang terkenal di Pulau Jawa.

Di masa sekarang ini jenang menjadi makanan yang dapat di jumpai di beberapa toko makanan tradisional jawa. Rasanya yang manis serta lembut menjadi daya tarik tersendiri. bagi kalian yang belum pernah merasakan makanan khas ini akan di buat penasaran dengan bentuk dan teksturnya yang menggoda.